
Namun sekarang manusia dapat mencurahkannya lewat blog di dunia maya.

Mungkin ada yang bertanya mengapa tidak menumpahkannya lewat pengumpulan massa?

Atau lewat konferensi pers?

Jawabannya selain biayanya mahal, juga membuat diri menjadi tak terkendali.

Amarah diri makin meledak-ledak.

Akibatnya mata menjadi melotot mau copot dan lidah menjulur anjor.

Lalu menangis tersedu-sedu.

Kemudian marah lagi, hingga seakan-akan tubuh mau remuk redam.

Jika hal ini terus berulang, nantinya keadaan berikut bisa berlaku :






Nggak mau kan?
Untuk itu renungkanlah sebelum hal buruk tadi terjadi.

Renungkanlah dalam-dalam, namun jangan sampai melelehkan semangat hidup.

Apapun jenis kemarahan atau ketidak-senangan seperti ini :





Selalu ada sinar terang di baliknya.

Dan jangan suka "terlalu" menyalahkan pihak lain.

Karena jika hal itu terjadi, maka akan terjadi anarkisme macam ini :

Pelampiasan kemarahan dengan makan juga tidak baik, namun itu lebih baik dibandingkan dengan anarkisme tadi.


Pikirkanlah masak-masak!
Meski hati masih dongkol merongkol.
Sumber :
celetukansegar.blogspot.com



0 komentar:
Posting Komentar